Friday, July 3, 2009

Wakil Kepsek waktu SMP.

Waktu SMP gw punya wakil kepada sekolah yang galaknya minta ampuun.. namanya pak A. Apapun yang gak sesuai sama apa yang ada dipikirannya pasti kena hukum, suatu hari salah satu kelompok piket (untungnya bukan kelompok gw) mungkin karena membersihkan kelasnya setengah hati, jadilah kelas gw itu masih berdebuh.. Dan ironisnya, secara tidak sengaja beliau mengunjungi kelas gw.

"Siapa yang giliran piket hari ini??!!!"
sontak murid-murid di kelas gw semua diem.. heniiiing..
"Siapa yang giliran piket hari ini?!!!!!!" nada suara mulai naik satu oktaf
masih hening... tidak ada satu muridpun yang berani mengangkat tangannya.
"Siapa?!!!!!!!!!!!" kali ini sudah naik 4 oktaf.
dan perlahan-lahan beberapa murid (4 orang) mulai mengangkat tangannya sambil menundukkan kepala.
"ooh......... kamu!.... kamu!..... kamu!.... dan kamu! kedepan semuanya!!"
perlahan-lahan pula keempat murid itu berjalan ke depan.
"berdiri disitu!!!" (di depan papan tulis).
"Kamu yang paling ujung, mulai jitak kepala teman sebelah kamu, begitupun dengan kamu, berurutan sampai ujung!!!"
murid pertama senyum-seyum karena dia pertama berarti dia gak dapet giliran donk..
Gak lama kemudian..
"Tak.... Tak... Tak.. (Sesama teman pastinya setengah pelan donk jitaknya), tiba-tiba..
"Taaaaaakkk!!!, kamu bagian saya!!" sahut pak A dari arah belakang, setelah selesai menjitak kepala murid yang pertama tadi.

Hari lainnya.
"Wuidiih.. tumben loe datang pagi?"
"Iya, pelajaran pak A. Males gw duduk di depan."
"hehehe.. apalagi gw..!" sahut temen gw itu.
Gak lama kemudian 3/4 ruang kelas terisi tapi hanya barisan depan yang belum.
Murid-murid yang telat datang, terpaksa duduk didepan dengan muka lesu.. pasrah tepatnya.
Tepat jam 7 teng, beliau masuk dan memulai pelajaran.
"Selamat pagi anak-anak!"
"Selamat pagi paaaaaak!!!" sahut kami serentak.
"Ya, hari ini kita akan memulai pelajaran.. crat!... bla.. bla... bla.. craat!.. crat... bla.. bla... bla.. crooot!"
kali ini lupakan tembakan yang keluar dari mulutnya lumayan berlebih dan meninggalkan jejak di meja depan. Dan dengan malu-malu, sambil meneruskan pelajaran beliau pun menggosokkan tanggannya ke meja.. "sreeet"

Sementara itu murid paling depan semakin tertunduk lesu karena catatan dan buku pelajaran mereka hari ini terpaksa terkena hujan lokal yang lumayan deras.

Dilain hari rupanya ada satu orang murid yang sudah sangat tidak tahan dengan hujan lokal itu.
"Kamu! buka topi kamu!! apa kamu tidak tahu bahwa memakai topi di dalam kelas itu tidak sopan!!"
"Saya tahu pak, dan saya minta maaf" sahut murid tersebut.
"Kamu tahu tidak sopan kenapa masih dilakukan?!. Sekarang lepas topi kamu!!"
"Maaf pak! tapi..." keberatan untuk melepas topi tersebut.
"Tapi apa? atau saya sendiri yang akan melepasnya dari kepala kamu!"
"eh.. tapi pak... eh..." ketakutan.. tapi dengan segenap keberanian.. "tapi, saya gak tahan pak!. Bapak itu muncratnya banyak!!!" akhirnya dengan kesal.

No comments:

Post a Comment