Tiba2 keingetan percakapan kita beberapa waktu lalu..
"ehm.. ntar abis nikah aku mau kerja di luar negeri lagi.." .. u..
"boleh, minta ijin ma aq dulu ya.."
"ok.. diijinin gak?"
"diijinin asal ngajak, bulan madunya doank si.."
"ok, kamu minta ijin ma nyokapbokap ku dulu ya.." .. ..
"ok.. "bu, pak.. saya mau minta ijin ikut sama akang, janji bisa jaga diri (gak tahu si kalo si akang), yah.. nakal2 dikit si gak papa ya.. soalnya si akang juga suka nakal"
"salah, harusnya aq yang minta ijin "Bapak gunawan yang tercinta.. saya mau melamar anak bapak. Jawabnya apa ya.. ?"
Aku berperan sebagai bapak:
"pada prinsipnya saya tidak keberatan. Tapi apa kamu siap menerima segala kekurangan anak saya disamping kelebihan2nya.. ?"
"sebentar, saya belum selesai bicara..."
"seperti sifat2nya yang gampang moody belum lagi sifat autisnya yang kadang-kadang kambuh"
"sebentar, jangan potong dulu ucapan saya, saya belum selesai!"
"saya sih senang, karena berarti beban saya berkurang satu.. dan saya terlepas dari tanggung jawab saya. Terutama dari sifat2nya yang kadang-kadang menjengkelkan saya."
"Nah, sekarang kamu mau ngomong apa?"
kamu:
"InsyaAllah saya siap menerima segala kekurangan dan kelebihan anak bapak."
"Buat saya nikah itu ibadah, pahala.. melaksanakan perintah Allah SWT."
"Saya hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT pak.."
Aku berperan sebagai bapak:
"baiklah saya ijinkan kamu menikah dengan anak saya yang bernama...?"
kamu:
"IJAAAAHH" aq dah tahu jalan pikiranmu.. (ijah adalah nama tokoh pembantu)
iya.. maaf kang.. ternyata kamu salah rumah.. rumahqu cat hijau yang ada pohon jambunya, bukan pohon mangga..
Another day"
"sabar yang nenk.. mungkin mank harus begini"
"Akang ini gimana sih! akang kan udah janji sama aq.. huhuhu... "
"ya.. abis mau gimana lagi nenk.."
"Ya akang harusnya tanggung jawab donk.. huhuhu.. crott (ngapus lahar yang udah mulai keluar dari hidung..). Terus aq gimana donk kang.. huhuhuhu.."
"Ya udah nenk, kita kawin lari aja.. 3x keliling senayan"
Ending story: Perkawinan tetap tidak bisa terlaksana karena baru 1/2 putaran mempelai wanita sudah pingsan..
Lesson learn: kalo mau kawin lari di senayan.. baiknya 1/4 putaran saja langsung belok ke the sultan.. wee?
No comments:
Post a Comment